Ada Yang Salah Dengan Diriku
Semua manusia pasti mengalami masa kanak-kanak. Semua bertumbuh dan berkembang dari fase zigot hingga menjadi manusia seutuhnya dan menua (menjadi manula). banyak dari kita yang tidak mengetahui bahwa sebenarnya ada fase-fase yang memang harus dilalui oleh manusia agar bisa menjadi manusia yang normal seutuhnya. Seperti pada masa didalam kandungan dari minggu pertama kehamilan hingga minggu ke 40 semua memliki tahapan seperti pada tahap minggu pertama terjadi pembuahan antara sel telur dan sperma. Lalu minggu ke dua sudah terbentuk 3 lapisan, yaitu mesoderm, endoderm, dan ektoderm. Lalu selnjutnya dari sinilah akan terbentuk menjadi berbagai organ, serta bagian tubuh pada bayi, seperti tulang, otot, sistem pencernaan, jantung, sistem saraf dan dan sistem reproduksi lalu pada minggu ke tiga Embrio sudah berhasil menempel dengan sempurna pada didinding rahim. Pada waktu ini, embrio melakukan pembelahan serta perbanyakan sel, maka dari itu belum berbentuk seperti embrio atau bayi. Lapisan terluar dari embrio akan membentuk plasenta atau ari-ari. Di tahap ini juga, berbagai organ tubuh mulai dibentuk, seperti otak, tulang belakang, kelenjar tiroid, organ jantung, dan pembuluh-pembuluh darah. Ukuran embrio pada minggu ketiga masih sangat kecil, hanya sebesar 1,5 mm.
lalu pada minggu-minggu selanjutnya seperti minggu 11 Tulang wajah mulai terbentuk, kelopak mata masih tertutup dan tidak akan terbuka hingga beberapa minggu ke depan. Kuku juga sudah mulai dibentuk. Pada minggu ini, ternyata janin sudah bisa menelan dan mengeluarkan urin, yang dikeluarkan di dalam air ketuban lalu minggu ke 13-17 Janin mulai mengalami mimpi pada tahap ini, ia dapat bangun dan kemudian tidur. Selain itu, mulut janin juga sudah bisa digerakkan, seperti dibuka atau ditutup. Pada minggu ke-16, janin sudah bisa dilihat jenis kelaminnya, apakah ia laki-laki atau perempuan bisa dibantu lihat dengan melakukan USG. Muncul rambut-rambut halus pada kepala, yang disebut sebagai lanugo.
Lalu terus berkembang dan bertumbuh, setelah bayi itu lahir bayi belum langsung dapat berbicara dan berjalan dan hanya mengandalkan air susu ibu (ASI) sebagai sumber gizi utama. Lalu hingga akhirnya terus berkembang dan bertumbuh maka bayi tadi pun bisa tengkurap (membalikan badan), merangkak, makan bubur, bisa membedakan mana orang asing da orang yang sudah akrab dan sebagainya.
Maksud saya disini adalah setiap tahap perkembangan dan pertumbuhan itu pasti ada tujuan dan maksudnya dan apabila ada satu yang terlewat, maka bisa jadi akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada zigot atau bakal bayi tersebut atau bisa juga akan terjadi pengulangan (masa yang terlewat itu akan terganti tapi diwaktu yang akan datang atau yang pasti tidak sesuai dengan waktu-waktu normal pada kebanyakan orang)baik itu saat masih dalam kandungan maupun pada saat sudah berada di luar rahim (dunia luar). sampai pernah ada kasus pada anak yang memiliki kecatatan fisik, lalu dia mengalami pembulian oleh teman-teman nya. Jarang teman yang mau berteman dengan nya. Karna rata-rata banyak dari mereka yan pilih-pilih saat berteman (pilih-pilih disini bukan berarti pilih-pilih karna dia orang baik atau buruk tapi lebih kepada fisik nya).
Dia sering kali di perlakukan tidak adil dan dijauhi oleh teman-teman nya, dia sering dipukul dan diteriaki jika tidak melakukan apa yang teman-teman nya minta.dan tipekel dari anak ini memang yang jarang memebalas dan jarang menangis jika diperlakukan tidak adil. Dia lebih cendrung diam dan memendam jika diperlakukan tidak adil. Saat dirumah pun sia anak ini pendiam. Dia tidak pernah bercerita bahwa disekolah dia sering diperlakukan tidak adil dsb kepada orang tua nya karna pada waktu itu orang tua nya keras dengan nya. Dia harus dituntut bisa seperti anak-anak normal lainya. Dan tanpa terasa karna tekanan dari sekolah dan tekanan dari kondisi didikan orang tuanya.
Si anak ini menjadi pribadi yang pendiam, kebetulan sikap yang muncul bukanlah agresif karna merasa tidak diakui dsb. Yang timbul malah ‘lupa’ , jadi tanpa anak ini sadari, cara diri dia dalam menyelesaikan masalahnya ini adalah dengan cara melupakan masalah tersebut. Hingga ia sampai di bangku smp, anak ini pun terus bertumbuh dan berkembang fisik dan mentalnya. Dan disitu ia baru menyadari bahwa ingatan yang ia miliki pada masa smp kebawah hanya sekitar 7-11% saja, selebihnya anak itu lupa karna tanpa disadari keadaan yang menekan diri nya begitu besar dan tak ada tempat bercerita ataupun cara mengeluarkan perasaan itu.. jadi problem solving yang bisa dilakukan si anak pada saat itu hanyalah mencoba melalui itu, tak memikirkan itu sebagai sesuatu yang terlalu berat (supaya dia bisa menjalani hari-hari nya seperti biasa)dan tanpa terasa yang timbul adalah lupa yang benar-benar lupa hingga ingatan yang tersisa hanyalah beberapa persen dari ingatan itu tadi dan dalam urusan belajarpun, karna dia merasa tertekan, nilai anak ini sering kali rendah, malah lebih banyak rendahnya ketimbang baik nya. Hingga datang masa SMP masa-masa yang mengubah dunia nya menjadi dunia baru.
Dia juga berkata bahwa, dia menyadari hal itu karna pada masa ia beranjak dari SD ke smp, si anak ini menjadi pribadi yang berbeda. Di smp nya dia menjadi orang yang lebih percaya diri, lebih bisa bersosialisasi, punya banyak teman. Initinya anak ini merasa lebih dianggap ketika berada di SMP. Karna katanya saat di SMP juga anak ini dipercaya menjadi ketua kelas selama 3 tahun. Itu jauh bereda sekali dengan dirinya saat di SD dulu, jangankan menjadi ketua kelas, diajak main dengan kawan-kawan seumuran nya pun tidak. Lalu dari sana pikiran nya lebih berkembang.dan lebih matang, tanpa ia sadari sering kali dia menjadi pribadi yang visioner, suka tantangan dan sering kali menjadi trendsetter di SMP nya dulu. Tapi dari itu semua, dia punya satu kelebihan dan kekuragan yang menurut saya ini akan jadi hal baik jika pure hasil keinginan bukan dari bawaan masa lalu nya. Jadi dia ini tipikel pribadi yang sangat lembut (hati nya). dia bilang dulu sewaktu di SMP dia tidak suka sekali melihat ada teman nya yang di bulli atau diperlakukan tidak adil atau semena-mena. Dia selalu membantu teman nya saat ada yang diperlakukan tidak adil, selain karna dia merasa itu tanggung jawabnya sebagai ketua kelas dia juga memang merasa tidak suka, dan benar-benar tidak suka. Jadi waktu itu dia bercerita bahwa dia pernah memukul teman laki-laki nya karna membuli salah satu teman perempuan nya hingga terjadi cekik-mencekik lalu di lerai oleh guru nya. Sangking tidak suka nya dia dengan orang yang membuli orang lain.
Dia berkata bahwa “saya nggak suka memang dengan orang yang ngebuli orang lain. Dia nggak pernah tau rasanya di buli kaya apa! Rasa nya tidak ada yang membela saat di buli itu seperti apa! Dan saya berharap tidak akan ada ‘saya, saya yang selanjutnya’ saya ingin hal ini berhenti di saya, dan teman-teman saya yang lain tidak ikut mengalami nya juga”. lalu kembali ditanya “apa yang kamu rasakan waktu mau menolong teman mu?” diamenjawab “yaa saya sedihlahh.. saya nggak bisa ngeliat hal-hal begitu, ngeliat teman saya diperlakukan tidak adil, saya nggak bisa.. saya ngerasa seolah-olah saya masuk lagi keingatan masa lalu saya sewaktu saya di SD. Tidak dianggap, dibuli, tidak punya teman, dingin dan sendiri”. jadi sebernarnya secara tidak langsung diamengatakan bahwa alasan mengapa dia membela teman nya adalah karna dia merasa bahwa setiap kali dia melihat ada teman nya dibuli di merasa seperti masuk ke dalam zona masa lalu nya yang kelam. Maka dari itu dia tidak ingin itu terjadi, karna dia tidak mau merasa masuk kembali ke zona itu lagi.
Sampai-sampai dia juga berkata bahwa dia memiliki teman imajinasi yang terdiri dari 3 orang anak berusia 12 tahun dan 2 lainya berusia 5-7 tahun. Dia berkata semua anak itu adalah kesatuan (semacam keluarga yang saling melengkapi) dia bilang mereka punya nama dan ‘warna’ nya sendiri-sendiri. Seperti ‘luna’ luna adalah nama dari teman imajinasi nya yang berusia kurang lebih seperti anak usia 12 tahun, dia perempuan, dia memiliki pribadi yang lebih dewasa dari yang lainya, dia mengayomi, dia juga tenang dan matang dai berperan sebagai pengganti ibu disana. Luna ini juga memiliki warna, mayoritas warna nya biru muda terang (ocean), lalu kuning lembut, sedikit pink muda dan sedikit ungu muda dan dia menyala warna biru muda ocean bercampur kuning.
Lalu ada richard, richard ini ini pribadi yang agresif, suka tantangan, paling banyak mau tau (kepo), paling berani, lebih sering menggungkapkan sesuatu ketimbang menahan nya, dia pribadi yang paling merasa tidak apa-apa jika saya dipukili orang kalau-kalau ada orang yang tidak suka dengan saya. Katanya richard ini juga punya warna, warna nya dominan merah, hitam, orange serta sedikit warna kuning dan menyala warna merah.
Lalu yang terakhir dia bilang, untuk yang terakhir ini, dia merasa tak pernah tau namanya, dia merasa pribadi yang satu ini terlalu diam, hingga dirinya tak dapat mengenali atau mengetahui nama dari pribadi itu sendiri. Yang terkahir ini juga punya warna. Warnanya dominan biru gelap dan hitam serta sedikit biru muda. Dia juga menyala warna menyala nya biru yang agak seidikit lebih tua dari luna.
Anak Ini berkata bahwa dari sekian banyak hal yang ia lalui selepas SD dan SMP dia masih tidak mngenali nama dari pribadi itu. Waktu pun terus berlalu, hinga anak ini masuk SMA. Saat dia SMA pun dia masih menjadi pribadi seperti waktu di SMP dulu, bahkan lebih terus berkembang dan lebih baik lagi. Lalu dia juga berkuliah, dan sama seperti masa SMP dan SMA dia terus berkembang dan bertumbuh… tapi di suatu ketika anak ini mulai meras tidak nyaman dengan keadaan diri nya, dia mulai merasa bahwa apa yang dia lakukan, hanya menghindar dari kepahitan masa lalu nya. Memang yang dai lakukan baik, tidak merugikan orang lain dsb. Tapi secara tidak langsung apa yang dia lakukan hanyalah palarian agar diri nya nyaman, agar dia tak teringat waktu dan kejadian yang memilukan dimasa lalunya itu.
Lalu pendekatan yang konselor lakukan adalah asosiasi bebas yang mana menurut kartini kertono asosiasi bebas adalah pernyataan pemikiran-pemikiran tanpa dibatasi atau disensor jadi yang timbul adalah kespontanan, dan juga gabungan pendekatan melalui teori psikoanalisis. Yakin konselor mencoba membangun kembali atau merekonstruksi ulang pribadi nya agar tidak takut atau tidak seolah-olah mencoba menekan atau mengahambat masa lalu nya lagi di masa sekarang. Walaupun tanpa dilaakukan secara tidak sadar, tapi arah dan maksudnya adalah untuk merekonstruksi pikiran-pikiran dan ketakutan nya kan masalalu.Jadi peran konselor disini adalah membantu melatih konselee untuk bisa mengendalikan diri nya dan tidak mencoba menutupi keadaan apapun yang ada pada diri nya dan tidak melampiaskan nya kepada orang lain. Untung nya dalam kasus ini, bentu pelampiasan nya dalah dalam hal baik yang tidak merugikan, lalu bagaimana jika yang terjadi adalah dalam hal yang tidak menguntungkan atau merugikan? Bukan kah akan menjadi bahaya nantinya??. lain dari itu…
sebenenarnya masih ada rasa ketidak penerimaan diri pada diri konselee sehingga salah satu bentuk pelampiasaan nya adalah membuat teman khayalan itu tadi. Seperti dijelaskan menurut teori penerimaan diri menurut Dr. Joe vitale & Dr Ihaleulakala Hewlen, Phd. beliau memaparkan teori yang yang disebut dengan zero limit. Yang mana inti teori ini adalah pembersihan diri dengan mengambil alih sepenuhnya tanggung jawab atas segala kejadian yang bersangkut paut dengan diri kita, setelah menerima segala apa yang harus kita alami dan mengambil alih tanggung jawab secara penuh & ikhlas, kemudian memaafkan & meminta maaf pada segala yang bersangkut paut dengannya, dan mengekspresikan bentuk rasa syukur atas segala kejadian yang dialami, inilah yang kemudian di kuatkan dengan kata-kata yang menjadi semacam mantra inti dari teori ini yaitu "Aku mencintaimu, Maafkan aku, Aku menyesal, Terima kasih". sehingga tak ada lagi kata pelampiasan dari dalam diri, baik bentuk positiv maupun bentuk negativ. Semua bisa pure kita lakukan karna murni bentuk respon diri kita terhadap rangsangan sosial kita keluar bukan karna ketakutan akan masa lalu.
Daftar Pustaka
Admin Penerbit Erlangga. Dirilis Senin 10 Juni 2019 . Tahap Pertumbuhan Dan Perkembangan Manusia. Https://Www.Erlangga.Co.Id/Materi-Belajar /Sd/10585-Tahap-Pertumbuhan-Dan-Perkembangan-Manusia.Html. Diakses Pada 7 Desember 2019.
Firdaus Yusra . Dirilis Pada 7 Desember 2019. Tahap Perkembangan Bayi Dalam Kandungan Dari Minggu 1-40. Https://Hellosehat.Com Kehamilan/ Perkembangan-Janin/Perkembangan-Bayi-Dalam-Kandungan/. Diakses Pada 7 Desember 2019
Aqib Zainal. 1 Juni 2014. Peningkatan Profesionalitas Guru Untuk Mengentaskan Masalah Siswa Dengan Teknik Assosiasi Bebas Dan Play Therapy Dalam Konseling Kelompok Di Smk Muhammadiyah 1 Berbek Kab. Nganjuk. Stit Muhammadiyah Paciran Lamongan. Jurnal.Unipasby.Ac.Id › Index.Php › Whn › Article › Download. Diakses Minggu 6 Desember
Wahidah Evita Yuliatul. 25 Januari 2017. Resistensi dalam Psikoterapi Terhadap Trauma KDRT Pada Anak (Perspektif Psikoanalisa). ejournal.kopertais4.or.id › murabbi › article › download. diakses pada 6 desember 2019
pradhika artha. 14 maret 2016. psikoanalisis sebagai pendekatan dalam bimbingan konseling (studi pemikiran sigmund freud). related:digilib.uin-suka.ac.id/20670/1/11470118_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR- PUSTAKA. pdf jurnal terapi pendekatan psikoanalisis pdf. Daiakses 6 desember 2019
Helaluddin helaluddin. March 2018.. psikoanalisis sigmund freud dan implikasinya dalam pendidikan. https://www.researchgate.net/publication /323535054_Psikoanalisis_Sigmund_Freud_dan_Implikasinya_dalam_Pendidikan.diakses pada 6 desember 2019
Komentar
Posting Komentar